Senin, 10 Mei 2010

MAHASISWA ITB, UGM DAN ITS RAIH JUARA ON MIPA-PT 2010






Jakarta, 30/4/2010 (Kominfo-Newsroom) - Mahasiswa dari Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) dan Institut Teknologi Telkom Bandung (IT-Telkom Bandung) masing-masing tampil sebagai juara bidang matematika, fisika dan kimia pada Olimpiade Nasional Matematika dan IPA Perguruan Tinggi 2010.
“Untuk bidang matematika, juara pertama diraih empat pemenang yaitu Yosafat Eka P. Pangalela (ITB), Muhammad Thoriq (UGM), Faebi Sanjaya (UGM) dan Ahmad Agung Ahkam (IT-Telkom Bandung),” kata Ketua Dewan Juri Olimpiade Nasional Matematika dan IPA Perguruan Tinggi (ON MIPA-PT) 2010, Muklis.
Menurut dia ketika mengumumkan nama-nama pemenang pada Malam Penganugerahan Juara ON MIPA-PT 2010 di Gedung Dikti Jakarta, Jum’at (30/4) malam, untuk bidang fisika, para juaranya adalah Muhammad Firmansyah Kasim (ITB), Nailul Hasan (ITS), Nabila Khrisna Dewi (ITB), dan Irfan Syanjaya (ITB).
Kemudian bidang kimia, empat juaranya adalah R. Aditya Wibawa (ITB), Tegar Nurwahyu Wijaya (ITB), Aulia Sukma H. (ITB) dan Setya Parmadi (UGM).
Para pemenang pertama bidang matematika, fisika dan kimia, masing-masing mendapatkan medali emas dan uang tabungan sebesar Rp 6 juta yang diserahkan langsung Wamendiknas RI, Fasli Jalal.
Sedangkan enam pemenang peringkat kedua untuk bidang matematika diraih Satria Stanza Pramayoga (ITS), Mochmmad Hafiizh (Univ. Negeri Malang), Albert Gunawan (UGM), Harun Immanuel (Unair), I Made Ari Susena (UGM), dan Hadrian Andradi (UGM).
Kemudian enam pemenang peringkat dua bidang fisika direbut Ginanjar Andhika J (Unair), Mohamad Insan Nugraha (ITB), Akrom Khasani (UGM), Yusron Feriadi (Univ. Negeri Surabaya), Listiyanto (Univ. Negeri Semarang) dan Vera Khoirunisa (Unair).
Sedangkan enam pemenang peringkat dua bidang kimia adalah Muhammad Zulqarnaen (ITB), Yudhi Dwi Kurniawan (Unibraw), Dimas Ramadhan Abdillah Fikri (ITB), Indra Kusuma (Unibraw)Priyagung Dhemi Widiakongko (UGM), dan Shofarul Wustoni (ITB).
Kepada para pemenang peringkat dua bidang matematika, fisika dan kimia, diserahkan penghargaan medali perak dan uang tabungan sebesar Rp 3,5 juta.
Selain itu ada 10 pemenang peringkat tiga bidang matematika, yaitu Deny Rusaydimanto (Univ. Katolik Parahiyangan), Made Tantrawan (UGM), Lois Mutiara (UI), Ruhiyat (IPB)Iwan Ernanto (UGM), Stefi Rahmawati (UI), Hendra Hadlil Chiri (ITB), Defri Ahmad (Univ. Negeri Padang), Ismail Sunni (ITB), dan Rudi Adha Prihandoko (ITB).
Kemudian 10 pemenang peringkat tiga bidang fisika, yaitu Eddwi Hesky Hasdeo (Unibraw), Muhammad Fauzi (ITB), Radius Nagassa (ITB), Ruhan Luthfi (Unair), Azzis Adi Suyono (UI), Eka Cahya Prima (Univ. Pendidikan Indonesia), Ainul Yaqin (IPB), Galih STA Bangga (ITS), Stefani Herlie (ITB), dan Dianto (Univ. Negeri Surabaya).
Sedangkan 10 pemenang peringkat tiga bidang kimia adalah Adhi Dwi Hatmanto (UGM), Dante Natanael (UI), Entin Watiningsih (UPI), Laila Ambar Sari (UGM), M. Abdussalam (Univ. Andalas), Seprianto (Univ. Negeri Padang), Astanti Fatsa (ITB), Anita Carolina (Univ. Katolik Widya Mandala Surabaya), Johanes Salim (UI) dan Riva Ismawati (Univ. Negeri Semarang).
Para pemenang ketiga bidang matematika, fisika dan kimia, maing-masing memperoleh medali perunggu dan uang tabungan sebesar Rp 2 juta.

Dikirim ke Luar Negeri
Wamendiknas Fasli Jalal mengatakan, ON MIPA-PT 2010 yang dilaksanakan Ditjen Dikti Kemendiknas itu didukung oleh berbagai perguruan tinggi, dan para pemenangnya akan diikutsertakan ke ajang kompetisi internasional.
Pada kesempatan itu ia juga mengajak para juara di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang digelar oleh Kemendiknas bekerja sama dengan UI, Pertamina dan Republika, untuk mengikuti ajang itu, sehingga pemenangnya akan dikirim ke event kompetisi internasional.
Menurut Fasli, pada tahun 2009 pendaftar olimpiade nasional itu sebanyak 852 orang, dan tahun 2010 ini terjadi peningkatan menjadi 1.351 orang. Hal itu, menurutnya, pertanda bahwa sekarang ini makin banyak mahasiswa indonesia yang pintar.
“Apalagi juara lomba robot Indonesia, tahun 2010 ini berhasil meraih gelar juara pada lomba robot tingkat dunia untuk keduakalinya berturut-turut, mengalahkan para juara dari belasan negara dunia, termasuk negara yang jago di bidang teknologi roboti,” katanya.
Fasli menambahkan, para pemenang tingkat nasional, pihaknya akan mengusulkan untuk mendapatkan beasiswa unggulan, sedangkan bagi mereka yang sukses meraih prestasi tingkat dunia, akan diberikan beasiswa hingga mereka selesai kuliah.
“Saat ini Kemendiknas baru bisa mendefinisikan tujuh lomba internasional, dan sebagian besar merupakan lomba di tingkat SMA, yang para peraih medali emasnya akan mendapatkan beasiswa hingga program S3 di universitas manapun di dunia,” katanya.
Sedangkan untuk peraih medali perak akan dibiayai sekolahnya hingga program S2 di universitas manapun di dunia, sedangkan peraih perunggu dibiayai sekolahnya hingga jenjang sarjana (S1) di dalam atau di luar negeri.
Pada kesempatan sama, Ketua Dewan Juri ON MIPA-PT 2010, Muklis, mengatakan, ON MIPA-PT sudah dirintis sejak tahun 2003 yang hanya menggelar satu bidang studi saja, baru mulai tahun 2009 diperkuat dengan menggelar tiga bidang, yaitu matematika, fisika dan kimia.
Dikemukakan, sebelum mengikuti ON MIPA-PT 2010, seluruh mahasiswa harus mengikuti dua tahap seleksi, yaitu pertama di setiap perguruan tinggi masing-masing.
Kemudian tahap kedia Ditjen Dikti mengundang tujuh pemenang di setiap bidang di perguruan tinggi masing-masing untuk memasuki seleksi tahap dua yang dilaksanakan pada 6–7 April 2010.
Untuk tahap kedua, katanya, jumlah peserta cukup banyak, yaitu mencapai 1.351 orang dari seluruh Indonesia yang dibagi dalam 12 regional.
Regional I (Sumut dan NAD), II (Sumsel, Babel, Bengkulu dan Lampung), III (JABODETABEK), IV (Jabar), V, (DIY), VI (Jateng), VII (Jatim), VIII (Bali, NTB, NTT), IX (Sulawesi), X (Sumbar, Kepri dan Jambi), XI (Kalimantan) dan XII (Maluku dan Papua).
“Berdasarkan seleksi tahap kedua itu kami mengundang 40 peserta per bidang untuk mengikuti ON MIPA-PT 2010 yang merupakan tahap ketiga. Pada tahap ini pemenangnya akan diseleksi lagi untuk dikirim ke event atau kompetisi internasional,” katanya.
Ia menjelaskan, tahun 2009 lalu ada kompetisi internasional di bidang matematika dan kimia, namun tahun 2010 ini hanya ada event matematika, yaitu International Mathematic Competition for Undergrundded Student di Bulgaria.
“Setelah event ini selesai, kami akan memilih 20 pemenang untuk dilakukan pelatihan sekaligus seleksi, dan akan memilih beberapa orang terbaik yang akan kami kirim ke event di Bulgaria itu,” katanya.
Sementara itu Direktur Akademik Ditjen Dikti, Kemendiknas, Illah Sailah menjelaskan bahwa untuk setiap kategori, pemenang pertama terdiri atas empat orang, pemenang urutan dua sebanyak enam pemenang, dan pemenang urutan ketiga sebanyak 10 pemenang.
“Para pemenang selain memperoleh medali, juga menerima uang tabungan, dan memperoleh kesempatan untuk mengikuti kompetisi di tingkat internasional,” katanya. (T.Ad/ysoel)

1 komentar: